slider

Recent

Navigation

Walikota Beri Penghargaan 24 Pendidikan

BANJARMASIN – Tepat dimoment peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2019, dua puluh empat orang pendidik terdiri dari guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah berprestasi diberikan penghargaan oleh Pemko Banjarmasin.
Penghargaan berupa trofi, piagam, baju sasirangan, dan uang pembinaan itu diserahkan oleh Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, usai Upacara peringatan Hardiknas yang dilaksanakan di Halaman Balai Kota Banjarmasin.
Dari dua puluh empat orang tersebut, sembilan orang diantaranya dinyatakan berhak mewakili Kota Banjarmasin dalam lomba yang sama di tingkat Provinsi Kalsel, mereka adalah Pengawas SMP Disdik Kota Banjarmasin Abdul Majid, Pengawas SD Kecamatan Banjarmasin Timur Hairani Fauzi, Pengawas TK Kecamatan Banjarmasin Barat Anita, Kepala Sekolah SMPN 19 Banjarmasin Mirna Hartati Lani, Kepala SDN Sungai Andai 3 Banjarmasin Utara Sulis, Kepala TK Inklusi Bina Sejahtera Banjarmasin Utara Masitah, Guru SMPN 14 Banjarmasin Nur Arusi, Guru SDN Sungai Miai 1 Banjarmasin Utara Novi Ariyati, Guru TK Sabilal Muhtadin Banjarmasin Tengah Salasiah. “Selamat kepada mereka yang telah mendapatkan penghargaan,” ujar H Ibnu Sina, Kamis (02/05)


Dikatakannya, pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai keterbatasan yang masih ada dalam proses pembangunan pendidikan dan kebudayaan di tanah air. 
Dunia pendidikan, lanjutnya, masih dihadapkan pada kompleksitas masalah guru dan tenaga kependidikan seperti masih sering dijumpai kasus-kasus yang tidak mencerminkan kemajuan pendidikan.
Padahal, terangnya, pemerintah senantiasa responsif dalam mecahkan masalah-masalah tersebut, selaras dengan paradigma pendidikan. “Kita mencatat, anggaran pendidikan saat ini sekitar 63 persen dikelola daerah. Oleh karena itu, perlu diingatkan terus-menerus agar daerah mengambil peran yang lebih aktif dalam memanfaatkan dana APBN baik melalui Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Alokasi Khusus DAK, dengan memperhatikan kualitas pemanfaatan program prioritas, serta APBD yang menjamin anggaran pendidikan minimal 20 persen,” katanya, saat menyampaikan sambutan Mendikbud, Muhajir Effendy.
Dalam konteks ini, katanya lagi, pembangunan pendidikan dan kebudayaan dalam rangka penguatan sumberdaya manusia berkualitas, akan berjalan secara optimal manakala pemerintah daerah dan segenap pemangku kepentingan yang ada, proaktif dan lebih aktif dalam mendorong kemajuan dunia pendidikan dan kebudayaan.


Sebagaimana telah disampaikan oleh Presiden dalam banyak kesempatan, perhatian pemerintah saat ini mulai bergeser dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia. 
Di sini kekuatan sektor pendidikan dan kebudayaan menemukan urgensinya. Terkait dengan itulah, tema Hari Pendidikan Nasional tahun 2019 adalah Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan. 
Tema ini, jelasnya, mencerminkan pesan penting Ki Hajar Dewantara terkait hubungan erat pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan, yang syarat nilai dan pengalaman kebudayaan, guna membingkai hadirnya sumber daya-sumber daya manusia yang berkualitas, demi terwujudnya Indonesia yang berkemajuan. “Dalam Perspektif Kemendikbud, pembangunan sumber daya manusia menekankan dua penguatan, yaitu pendidikan karakter dan penyiapan generasi terdidik yang terampil dan cakap dalam memasuki dunia kerja,” ucapnya 
Pendidikan karakter, bebernya lagi, dimaksudkan untuk membentuk insan berakhlak mulia, empan papan. sopan santun, tanggung jawab, serta budi pekerti yang luhur. Sementara ikhtiar adalah membekali keterampilan dan kecakapan disertai pula dengan penanaman jiwa kewirausahaan. “Tentu, semua itu membutuhkan profesionalitas kinerja segenap pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan di tingkat pusat dan daerah,” terangnya.


Melalui momentum Hari Pendidikan Nasional ini, ia mengajak seluruh komponen pendidikan untuk lebih mengkonsentrasikan segenap potensi pendidikan nasional, yang menitikberatkan pembangunan sumberdaya manusia dilandasi karakter yang kuat, ketrampilan, dan kecakapan yang tinggi, sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin kompetitif.
Dari informasi terhimpun, adapun nama dan jabatan 24 oran guru, kepala sekolah dan pengawas Berprestasi yang mendapat penghargaan itu terdiri dari, pengawas SMP Disdik Kota Banjarmasin Abdul Majid terbaik I. Pengawas SMP Disdik Kota Banjarmasin, H Syamsuddin, terbaik II. Pengawas SD Kecamatan Banjarmasin Timur, Hairani Fauzi, terbaik I. Pengawas SD Kecamatan Banjarmasin Selatan, Supiadi, terbaik II. Pengawas TK Kecamatan Banjarmasin Barat, Anita, terbaik I. Pengawas TK Kecamatan Banjarmasin Timur, Merigiana, terbaik II. Kepala Sekolah SMPN 19 Banjarmasin, Mirna Hartati Lani, terbaik I. Kepala Sekolah SMPN 26 Banjarmasin, Achmad Syarwani, terbaik II, Kepala Sekolah SMPN 09 Banjarmasin, H Pahri, terbaik III. Kepala SDN Sungai Andai 3 Banjarmasin Utara, Sulis, terbaik I. Kepala SDN-SN Pelambuan 4 Banjarmasin Barat, Siti Masliah, terbaik II. Kepala SDN Sungai Miai 7 Banjarmasin Utara, Sri Yenie, terbaik III. Kepala TK Inklusi Bina Sejahtera Banjarmasin Utara, Masitah, terbaik I. Kepala TK Masjid Jami Banjarmasin Tengah, Mariana, terbaik II. Kepala TK Idhata II Banjarmasin Timur, Kahfi Zuraida, terbaik III. Guru SMPN 14 Banjarmasin, Nur Arusi, terbaik I. Guru SMPN 1 Banjarmasin, Diah Elmawati, terbaik II. Guru SMPN 4 Banjarmasin, Irawati, terbaik III. 



Guru SDN Sungai Miai 1 Banjarmasin Utara, Novi Ariyati, terbaik I. Guru SDN Mawar 7 Banjarmasin Tengah, Seri Sugiarti, terbaik II. Guru SDN Mantuil 1 Banjarmasin Selatan, Kridiana Anggaraini, terbaik III. Guru TK Sabilal Muhtadin Banjarmasin Tengah, Salasiah, terbaik I. Guru TK Aisyiah 28 Banjarmasin Tengah, Faridah Aryani, terbaik II. Guru TK Adyaksa XIV Banjarmasin Utara, Samilah, terbaik III.
copyright by facebook humpro-bjm
Share
Banner

Agung Jaya

Post A Comment:

0 comments: