slider

Recent

Navigation

Dinkes Banjarmasin Berikan Pembinaan ke Kader P2PTVZ

BANJARMASIN – Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin dan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, menggelar kegiatan Pembinaan Kader serta Penguatan Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis (P2PTVZ).
Kegiatan yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan RI, Sony, mengangkat tentang bahaya virus rabies yang disebabkan gigitan binatang seperti anjing
Dikatakannya, saat ini sekira 2.000 kasus rabies berasal dari gigitan anjing, mendominasi penyebaran virus rabies. "Sosialisasi ini memberikan informasi bagaimana cara penyegahan dan mengatasi," katanya.



Ia berharap, dengan mengetahui bahaya gigitan bintang tersebut, masyarakat kota ini bisa mengerti tentang tata cara menanggulanginya.
Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, kegiatan tersebut merupakan salah satu usaha Pemko Banjarmasin agar masyarakat di kota berjuluk seribu sungai terbebas dari beragam penyakit. “Mudah-mudahan menjadi semacam upaya yang luar biasa dari Pemerintah Kota agar masyarakat di Kota Banjarmasin bisa terbebas dari berbagai penyakit,” harapnya, saat menyampaikan arahannya, Selasa (19/02).
Dalam kegiatan yang diikuti puluhan kader P2PTVZ se Kota Banjarmasin itu, orang nomor satu di Bumi Kayuh baimbai ini juga mengingatkan, agar seluruh lapisan masyarakat di kota ini berhati-hati dengan penyakit DBD yang mulai menyerang warga Kota Banjarmasin.




Katanya, untuk mencegah merebaknya wabah DBD tidak harus dilakukan dengan penyemprotan fogging, tetapi masyarakat harus lebih aktif dengan berpola hidup bersih dan sehat, caranya dengan menerapkan 3 M yakni Menutup, Menguras, dan Mengubur, benda-benda yang sudah tidak digunakan lagi. “Mudah mudahan ini menjadi pengetahuan bagi masyarakat, sehingga ini kita bisa mencegahnya, karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Kita berharap Banjarmasin terbebas dari berbagai macam penyakit,” ucapnya. 




Ia berharap, semua kader yang mengikuti kegiatan tersebut dapat memperhatikan arahan yang diberikan, sehingga dapat menerapkan dan menularkannya kepada yang lain. “Tolong ikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya dan pelatihan ini tidak selesai di ruangan ini, tapi bapak dan ibu harus mensosialisasikannya dengan bekerja sama dengan Bapak Lurah, RT, RW, supaya ini betul-betul bisa kita cegah,” harapnya.

copyright by facebook humpro-bjm
Share
Banner

Agung Jaya

Post A Comment:

0 comments: