slider

Recent

Navigation

Walikota Narasumber Pengurangan Sampah Plastik di Guangzhou

BANJARMASIN – Bila sebelumnya Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina bicara tentang keberhasilan Pemko Banjarmasin menerapkan aturan pelarangan kantong plastik dilingkup nasional.
Maka, kini orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai itu mulai berbicara soal pengurangan sampah plastik dilingkup internasional.
Seperti baru-baru tadi, mantan anggota DPRD Kalsel tiga periode ini menjadi narasumber tentang pengurangan sampah plastik dalam kegiatan Peer-Learning Workshop di Guangzhou, Cina.



Kegiatan dari tanggal 9 hingga 10 Desember itu, bertujuan untuk memperkuat komitmen dan kapasitas para pemimpin daerah dalam melaksanakan konektivitas untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.
Selain bicara pengurangan sampah plastik, dalam kegiatan bertemakan Membangun Aliansi Pemerintah Lokal untuk Lokalisasi New Urban Agenda (NUA) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2015-2030 di Asia Pasifik, H Ibnu Sina bersama Ketua DPRD Kota Banjarmasin Hj Ananda, Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin dan jajaran kepala SKPD lingkup Pemko Banjarmasin juga mengikuti beberapa agenda kegiatan lainnya seperti Best Practice Sharing.




Dari informasi terhimpun, workshop yang dilaksanakan selama dua hari itu disusun menjadi empat sesi. Pertama melibatkan peserta diskusi lintas sektoral dalam agenda global.
Sesi kedua, peserta diminta untuk menyajikan praktik terbaik mereka tentang implementasi SDGs dan NUA, dimana Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina mempresentasikan tentang Larangan Penggunaan Kantong Plastik yang telah dilakukan Kota Banjarmasin.
Kemudian sesi ketiga peserta diminta menyajikan tantangan dalam lokaliasasi SDGs dan untuk menerima rekomendasi kongkret dan praktis melalui konsultasi antar peserta.
Sesis keempat, peserta memberikan pesan-pesan inti untukdimasukan dalam rencana kerja Unitet Cities and Local Goverment Asia Pasific (UCLG ASPAC) dan menghasilkan dokumen.




Untuk diketahui, UCLG ASPAC adalah sebuah organisasi dunia yang aktif dalam penanganan lokalisasi pelaksanaan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) 2030 melalui program pembelajaran dan pelatihan.
Dengan keikut sertaan Kota Banjarmasin dalam kegiatan tersebut, ke depannya dapat berkembang menjadi kota yang berinovasi, berkelanjutan, layak huni, dan mampu mengatasi masalah perkotaan seperti pengelolaan limbah, sanitasi, sistem drainase, transportasi, pendidikan, kesehatan, penyediaan perumahan, kemiskinan, pasokan air dan masalah perizinan.

copyright by facebook humpro-bjm
Share
Banner

Agung Jaya

Post A Comment:

0 comments: