slider

Recent

Navigation

PKK Banjarmasin Dukung Pencegahan Stunting di Kalsel

BANJARMASIN – Siti Amanah tak menyangka keikutsertaannya dalam mendukung kegiatan Edukasi Sajian Isi Piringku Bagi Ibu Hamil, yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel membawa berkah tersendiri bagi diri wanita yang tengah hamil lima bulanan ini.
Saat Ketua TP PKK Provinsi Kalsel Hj Raudhatul Jannah Sahbirin Noor menghampiri lokasi tempat duduk para ibu hamil dari Kota Banjarmasin, tiba-tiba ia terpilih maju ke depan untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan istri orang nomor satu di Bumi Lambung Mangkurat itu. “Apa kepanjangan dari Posyandu,” tanya Hj Raudhatul Jannah.



Tak berpikir lama, warga Kelurahan Telaga Biru, Kecamatan Banjarmasin Barat ini menjawab. “Pos Pelayanan Terpadu,” katanya.
Usai menjawab dengan tepat pertanyaan tersebut, Siti Amanah pun diberi hadiah bingkisan. Sambil tersenyum iapun kemudian duduk kembali ke tempatnya semula.
Kegiatan Edukasi Sajian Isi Piringku Bagi Ibu Hamil itu, dilaksanakan dalam rangka menumbangkan rekor MURI, untuk pemrakarsa dan penyelenggara Edukasi Sajian Isi Piringku I kepada ibu hamil yang diikuti sekira 2.053 orang ibu hamil.



Selain mendapat penjelasan tentang Edukasi Sajian Isi Piringku, mereka juga mendapatkan makanan berupa lauk pauk, makanan pokok, sayur-sayuran dan buah-buahan.
Piagam rekor tersebut diberikan kepada Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Dinkes Provinsi Kalsel dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel.
TP PKK Kota Banjarmasin yang sangat mendukung kegiatan tersebut, mengikutsertakan sekira 350 orang ibu hamil. 
Menggunakan dua belas unit bus besar, para wanita hamil yang berasal dari lima kecamatan se Kota Banjarmasin itu, berangkat dari halaman Pemko Banjarmasin menuju halaman Perkantoran Pemprov Kalsel tempat acara tersebut dilaksanakan. “Ibu-ibu terima kasih atas kesediaan pian seberataan berpartisipasi dalam kampanye mendukung pencegahan stunting di 1000 hari pertama kehidupan bayi dan anak-anak kita. Mudah-mudahan semuanya sehat. Dengan adanya kegiatan ini kita ingin memastikan anak-anak Kota Banjarmasin semuanya menjadi anak yang sehat,” ujar Hj Siti Wasilah, Kamis (18/10).



Dalam kesempatan tersebut, istri Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina ini berpesan, agar menu makanan yang tersedia dilokasi kegiatan, diingat dan diterapkan dalam pola makan sehari-hari, sehingga ibu dan bayi dalam kandungan serta anak-anak benar-benar mendapatkan gizi yang seimbang.
Mudah-mudahan, harapnya lagi, kegiatan tersebut bisa menjadi ajang silaturahim dan sarana untuk mendapatkan informasi terkait pencegahan stunting dengan mengupayakan gizi terbaik untuk anak-anak. “Saya do’akan pian semuanya sehat, kemudian nanti sampai pada waktunya melahirkan anak-anaknya soleh-solehah, sehat, kuat, yang akan berbakti kepada orangtuanya, dan bermanfaat dan berguna bagi masyarakat maupun nusa dan bangsanya,” ucapnya.



Kegiatan yang dihadiri Ketua TP PKK se Kalsel itu juga hadiri Menteri Kesehatan RI, Profesor Dr dr Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek SpM.
Menurut wanita yang akrab dipanggil ibu Nila Moeloek, isi piringku itu berisi makanan gizi. Gizi itu tidak hanya berbentuk nasi semua, sepertiga boleh karbohidrat dan karbohidrat ini tidak mesti harus nasi, bisa juga diganti dengan yang lain misalnya singkong, jagung, sagu, kacang-kacangan dan sebagainya, sepertiga lainnya bisa sayur dan protein, dan sepertiga terakhir tentu kita harus makan buah-buahan.
Dikatakannya lagi, Air Susu Ibu (ASI) itu tidak ada rasa asin atau manis. Karena itu ia menyarankan pada waktu pemberian makanan tambahan, makanannya tidak usah terlalu manis maupun asin, karena bayinya tidak mengerti tentang asin atau manis.



Rangkaian lain dalam kegiatan tersebut adalah Deklarasi Ibu Hamil se Kalsel yang menyatakan dukungannya untuk pencegahan stunting dengan edukasi penyajian Isi Piringku.
Untuk diketahui, Kampanye Isi Piringku digalakkan pemerintah untuk mencegah stunting dan kekurangan gizi kronis. Isi Piringku merupakan pedoman porsi makan sehari-hari dalam satu piring yang memenuhi gizi seimbang terdiri 50 persen buah dan sayur, dan 50 persen karbohidrat serta protein.
Stunting adalah masalah kesehatan, dimana seorang bayi atau anak-anak mengalami hambatan dalam pertumbuhan, sehingga gagal memiliki tinggi badan ideal pada usianya.
copyright by facebook humpro-bjm
Share
Banner

Agung Jaya

Post A Comment:

0 comments: