slider

Recent

Navigation

800 Orang Ikuti Baayun Maulid

BANJARMASIN – Delapan ratus orang peserta mengikuti kegiatan Tradisi Baayun Maulid di Halaman Masjid Jami, Banjarmasin Utara.
Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Banjarmasin itu, tak hanya diikuti anak-anak, tetapi balita hingga nenek-nenek pun juga mengikutinya. 
Peserta termuda berumur 25 hari, sedangkan peserta tertua berumur 92 tahun bernama Masnah.
Menurut Kadis Pariwista dan Kebudayaan Kota Banjarmasin, M Ikhsan Alhaq, kegiatan Tradisi Baayun Maulid tahun 2018 ini pesertanya mulanya dibatasi hanya sekira 492 orang saja. 




Namun, melihat besarnya minat masyarakat mengikutinya, hingga menjelang pelaksanaan kegiatan tersebut berlangsung tercatat sekira 800 orang yang telah mendaftarkan diri.
Untuk itu, ke depannya, panitia akan memperbanyak jumlah peserta yang ingin mengikuti tradisi dilaksanakan hanya di Bulan Maulid itu. “Berdasarkan masukan dari peserta, tradisi baayun ini dilanjutkan tahun depan, dan jumlah pesertanya bisa lebih banyak. Kalau di Banua Halat jumlah peserta jumlahnya mencapai 2000 orang, maka tahun depan peserta dalam kegiatan kita bisa mencapai 5000, karena potensinya sangat besar,” ujarnya saat menyampaikan laporannya, Selasa (20/11).
Kegiatan yang dilaksanakan untuk memeriahkan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW itu, lanjutnya, juga disedikan door prize seperti kipas angin, mesin cuci dan lainnya, sumbangan dari berbagai pihak termasuk dari pimpinan SKPD.




Selain dihadiri ribuan masyarakat dari berbagai penjuru kota, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, Sekda Kota Banjarmasin H Hamli Kursani, Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Banjarmasin Hj Siti Fatimah dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Banjarmasin Hj Aneta Olpah, serta para Kepala SKPD dan jajaran Forkopimda Kota Banjarmasin juga terlihat menghadiri kegiatan tersebut.
Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina mengatakan, di kota Banjarmasin kegiatan Tradisi Baayun Maulid dilaksanakan setiap tahun. 




Tradisi Baayun Maulid ini, jelasnya, di Kalsel pertama kali dilaksanakan di Banua Halat, Kabupaten Tapin.
Dan kegiatan ini, merupakan budaya Banjar yang setiap Bulan Maulid dilaksanakan.
Baayun Maulid, terangnya lagi, untuk mengenalkan anak-anak usia dini dengan perilaku serta sifat Rasullullah, dengan begitu diharapkan anak cinta pada nabi, hidupnya baiman, bauntung, batuah. “Ini tradisi yang sudah 500 tahun lebih usianya, sejak Islam masuk ke Banua Banjar, hari ini diikuti oleh 492 ayunan walaupun pesertanya lebih dari 800, usia termuda bayinya berusia 25 hari dan tertua usia 92 tahun,” katanya.




Mudah-mudahan, katanya lagi, tradisi ini bisa hidup terus, dan tradisi seperti ini tidak bertentangan dengan hukum syariat Islam.
Dalam kegiatan tersebut, H Ibnu Sina, Hj Siti Wasilah, Hj Siti Fatimah serta jajaran Forkopimda juga sempat ikut baayun dengan diiringi salawat nabi.

copyright by facebook humpro-bjm
Share
Banner

Agung Jaya

Post A Comment:

0 comments: