slider

Recent

Navigation

Masyarakat Harus Menghargai Pemangku Sungai

BANJARMASIN – Keinginan Pemko Banjarmasin untuk menjadikan Kota Banjarmasin sebagai kota sungai terindah di Indonesia, bukan cuma sekedar angan-angan. 
Buktinya, selain telah menetapkannya dalam RPJMD Kota Banjarmasin, mereka juga mengundang masyarakat peduli sungai untuk urun rembug tentang permasalahan sungai di kota ini.


Seperti Sabtu (06/05), Walikota Banjarmasin Ibnu Sina bersama para Kepala OPD instansi terkait lingkup Pemko Banjarmasin, melaksanakan kegiatan dialog dengan masyarakat tersebut.
Dalam pertemuan yang dilakukan di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin itu, Ibnu Sina berharapkan masyarakat Kota Banjarmasin bisa menghargai para pemangku sungai. 



Harapan tersebut dilontarkan orang nomor satu di kota seribu sungai ini mengingat, peran para pemangku sungai dalam menjaga kelestarian dan kebersihan sungai bukanlah hal yang mudah. “Kami berharap para pemangku sungai seperti pemangku adat yang dihormati dan yangmenjadi pelopor membawa masyarakat mencintai sungai, minimal tidak membuang sampah di sungai. Dengan adanya para pemangku sungai, masyarakat bisa bersama-sama menjaga dan melestarikan sungai di Kota Banjarmasin,” katanya.



Lebih lanjut Ibnu mengatakan, melihat jumlah pemangku sungai yang belum sebanding dengan jumlah sungai yang ada di Kota Banjarmasin, maka ke depannya ia menginginkan jumlah pemangku sungai ditambah sesuai dengan jumlah sungai yang ada. “Nanti jumlah pemangku sungai tidak hanya 52 orang saja, tetapi 102 sesuai dengan jumlah sungai yang ada di kota ini,” ucapnya.
Dengan menghargai keberadaan para pemangku sungai, katanya lagi, maka hal tersebut sama dengan menjaga kearifan lokal. 



Menyinggung tentang kegiatan urun rembug pengelolaan sungai tersebut, Ibnu yang datang bersama istri Hj Siti Wasilah kembali menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk keinginan Pemko Banjarmasin membenahi Kota Banjarmasin.



Dalam kesempatan tersebut, Ibnu Sina juga merespon keinginan salah seorang masyarakat peduli sungai, yang menghendaki kurikulum muatan lokal (mulok) sekolah di kota ini ditambah dengan pelajaran tentang keberadaan sungai. “Keinginan itu sudah saya sampaikan ke Dinas Pendidikan,” ujarnya.
Dan yang tak kalah menarikanya, ketika salah seorang peserta urun rembug menyerahkan tropy kejuaraan Masyarakat Peduli Sungai (Melingai) kepada Ibnu Sina, dimana Kota Banjarmasin dinobatkan sebagai pemenang pertama tingkat nasional dalam kejuaran tersebut. “Tropy ini saya persembahkan untuk mesyarakat kota ini,” kata peserta tersebut.

copyright by facebook humpro-bjm
Share
Banner

Agung Jaya

Post A Comment:

0 comments: