slider

Recent

Navigation

Walikota Ingin Sungai Jingah jadi Kampung Banjar

BANJARMASIN – Keinginan Pemko Banjarmasin untuk menjadikan Kota Banjarmasin sebagai salah satu kota tujuan wisata di Indonesia, sepertinya tak bisa ditawar lagi.
Betapa tidak, selain telah mempersiapkan sekira 36 destinasi wisata, dalam waktu tak lama lagi, Pemko Banjarmasin juga akan meresmikan satu lagi destinasi wisata yang sangat layak dikunjungi para wisata dosmetik maupun dari luar Kalsel.


Kampung Banjar. Begitulah sebutan untuk destinasi wisata tersebut. Kampung Banjar terletak di kawasan Sungai Jingah, Banjarmasin Utara. “Kawasan Sungai Jingah sangat cocok untuk dijadikan destinasi wisata Kampung Banjar. Karena di sana selain kawasannya berada pinggir sungai, terdapat juga rumah-rumah adat banjar yang perlu dipelihara dan dilestarikan,” ujar Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, saat membuka kegiatan Pembentukan Kelompok sadar Wisata (Pokdarwis) dalam rangka Meningkatkan dan Mengembangkan Pariwisata di Kota Banjarmasin, Rabu (19/04).


Dikatakannya lagi, menghadapi era globalisasi dan MEA, setiap daerah di Indonesia sudah seharusnya memiliki dan mengembangkan berbagai program yang berdampak pada peningkatan ekonomi.
Sehingga, terangnya, Pendapatan Asli Daerah, tidak lagi bergantung pada penggalian Sumber Daya Alam semata, tetapi bisa lakukan melalui sektor lain, satu diantaranya adalah pariwisata. “Sudah bukan saatnya Kalsel khususnya Kota Banjarmasin mengandalkan PAD dari batubara. Saat ini yang harus dikembangkan adalah ekonomi kreatif, dan untuk itu Kota Banjarmasin harus bisa mengembangkan sektor wisatanya,” terangnya.
Ibnu Sina kembali menerangkan, usaha Pemko Banjarmasin dalam memperkenalkan destinasi wisatanya tak hanya sampai di lingkup dalam negeri saja, tetapi sudah sampai kebeberapa negara tetangga. 


Bahkan, lanjutnya, kini Kota Banjarmasin sudah melakukan kerja sama dengan tiga Negara untuk pengembangan destinasi wisatanya. “Kita sudah melakukan kerjasama dengan Kerajaan Kamboja, Negara Thailand, dam Penang, sehingga kini Banjarmasin tidak ketinggalan dalam menghadapi MEA, karena sudah melakukan kerjasama di 3 kota di negara yang tergabung dalam Asean,” katanya.
Selain destinasi wisata, orang nomor satu di kota bermotto Kayuh Baimbai ini juga menyatakan, upaya lain untuk mengangkat dan menumbuhkan ekonomi kreatif masyarakat kota seribu sungai melalui sektor pariwisata juga telah ditempuh Pemko Banjarmasin, dengan membudayakan penggunaan kain sasirangan dan memperkenalkannya hingga kebeberapa negara. “Pariwisata itu bukan hanya tempat, tetapi juga para pelakunya. Masyarakat harus siap jadi pelaku pariwisata. Walikota dan Pemko juga sudah berupaya agar sasirangan mendunia, dan alhamdulillah kini sasirangan sudah cukup dikenal beberapa negara,” terangnya.


Dengan adanya kegiatan Pokdarwis, Ibnu Sina mengaku sangat berharap pariwisata di Kota Banjarmasin dapat lebih maju, dan wisatawan yang datang ke Kota Banjarmasin lebih banyak, sehingga akan berimbas pada perekonomian masyarakat.


Sementara itu, Kabid SDM Pariwisata, Dinas Pariwisata Kota Banjarmasin, Hj Ida Noorhaeni dalam laporannya mengatakan, salah satu maksud dilaksanakannya kegiatan tersebut untuk meningkatkan dan mengembangkan Pariwisata di Kota Banjarmasin. “Sedangkan tujuan dari kegiatan ini untuk menyiapkan masyarakat sebagai tuan rumah dalam menerima kunjungan dari para wisatawan,” ujarnya.
copyright by facebook humpro-bjm
Share
Banner

Agung Jaya

Post A Comment:

0 comments: