slider

Recent

Navigation

Pengendalian Penduduk di Kota Banjarmasin Berhasil

BANJARMASIN - Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menyatakan, pengendalian pertumbuhan penduduk, pembangunan kependudukan dan keluarga kecil berkualitas di Kota Banjarmasin berhasil. 
Hal ini, lanjutnya, ditandai dengan meningkatnya jumlah akseptor KB baru yang melampaui target capaian kinerja. “Saat ini jumlah akseptor KB baru Kota Banjarmasin sebanyak 28.042. Padahal target peserta KB baru yang ditetapkan hanya berjumlah 27.547. Dengan adanya capaian tersebut, maka total persentasi capaian kinerja untuk akseptor KB Baru berjumlah 101.80 persen,” ujarnya, saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan Pembukaan Rapat Koordinasi Daerah Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional tingkat Kota Banjarmasin, di aula Pasadena, Banjarmasin, Selasa (11/04).


Dijelaskannya, program KB merupakan program nasional yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 7 tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah (RPJM) Nasional tahun 2009-2014. “Program tersebut dilanjutkan di RPJM tahun 2016-2021, yang dengan tegas mengamanatkan kebijakan pembangunan KB diarahkan kepada pengendalian pertumbuhan penduduk serta meningkatkan keluarga kecil yang berkualitas,” jelasnya.
Dikatakannya lagi, selama ini program KB tak hanya berhasil menurunkan tingkat kelahiran dan laju pertumbuhan penduduk saja, tetapi juga telah mengubah pandangan hidup penduduk terhadap nilai anak, kesejahteraan dan ketahanan keluarga.



Meski begitu, Ibnu Sina mengakui, bila capaian keberhasilan tersebut tidak datang dengan sendirinya, melainkan dikarenakan ada banyak hal yang menyebabkan program KB berhasil, diantaranya, adanya komitmen dari pemerintah, kemudian berjalannya kegiatan advokasi dan KIE yang sistematis dan bekesinambungan, adanya petugas penyuluh KB yang handal dan sistem penggerakan peran serta masyarakat yang kuat. “Dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan program KB khususnya di kabupaten dan kota tercermin dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 38 tahun 2007 tentang pembagian urusan pemerintah antara pemerintah, Pemda, provinsi dan Pemda kabupaten dan kota yang menetapkan KB,” terangnya.



Ibnu Sina berharap, kedepannya capaian program KB di Kota Banjarmasin baik secara kuantitas maupun kualitas dapat lebih berhasil. “Kegiatan evaluasi program merupakan salah satu mekanisme operasional program KB nasional yang hendaknya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, sehingga menghasilkan kesepakatan operasional yang dilaksanakan dengan hasil optimal,” pungkasnya.
Kegiatan yang dihadiri Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah itu, dirangkai dengan penandatanganan kesepakatan (MoU) DPPKBPM dengan Yayasan Pendidikan (Stikes, Akbid Sari Mulia), dan penandatanganan KKP dengan Kepala UPT KB Kecamatan se Kota Banjarmasin yang disaksikan langsung oleh Ibnu Sina.

copyright by facebook humpro-bjm
Share
Banner

Agung Jaya

Post A Comment:

0 comments: