slider

Recent

Navigation

Pemko Latih 100 Pengrajin Kain Sasirangan


BANJARAMASIN – Seratus orang pengrajin kain sasirangan mengikuti pelatihan yang dilaksanakan Pemko Banjarmasin. Kegiatan yang dipusatkan di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin itu, dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin H Hamli Kursani, Minggu (26/3).

Menurut Hamli Kursani, Pemko Banjarmasin tidak akan setengah-setengah dalam mempopulerkan kain sasirangan. Bahkan, ucapnya, bila diperlukan Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) jilid II, akan kembali digelar Pemko Banjarmasin, sehingga permintaan kain sasirangan akan lebih melonjak tajam. "Kita bisa saja menggelar event seperti BSF, dan peserta kita wajibkan pakai kaos kain sasirangan, sehingga permintaan para pembeli kepada pengrajin bisa meningkat," katanya.

Lebihlanjut dikatakannya, kreatifitas untuk membuat kain sasirang adalah hal mutlak yang harus dikembangkan semua pengrajin. Apabila kreatifitas itu benar-benar diasah, lanjutnya lagi, maka penjualan kain sasirangan hasil kreatifitas akan lebih diminati dibanding motif monoton. "Kita harus kreatif sebagai pengrajin, jangan seperti motif kebanyakan, sehingga pembeli tidak malu memakainya," ujarnya.
Selain itu, Hamli juga meminta, dalam membuat sasirangan, diharapkan bahan yang digunakan lebih natural, sehingga pembeli akan tertarik dan dampaknya akan meningkatkan omset penjualan. "Kalau kita menggunakan bahan alami, banyak orang-orang yang akan datang ke toko kita, dan untung akan lebih banyak," katanya.

Bila mengalami kendala dalam membuat kain sasirangan, terang Hamli lagi, para peserta dapat melakukan komunikasi atau datang langsung ke Dinas Perindustrian Pedagangan Kota Banjarmasin, untuk mendapatkan penjelasan secara rinci. “Dulu waktu saya di Disperindag ada bukunya tentang sasirangan bahan alami, bisa dicopi sekalian belajar cara pembuatannya,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah, menyatakan sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh KPS.
Masih Menurut Siti Wasilah, peserta kegiatan dengan tema yang muda bergaya dan berbudaya ini, jauh lebih banyak dari jumlah peserta dari peserta sebelumnya. "Kami memang ada program pelatihan, hanya saja peserta terbatas untuk 50 orang saja, namun pada hari ini jumlah peserta pelatihan yang digagas KPS berjumlah 100 orang dan saya sangat berbangga," ungkapnya.

Siti Wasilah juga meminta kepada para pengrajin untuk lebih mengembangkan kreatifitasnya, sehingga motif dan beragam model pakaian bisa dibuat dengan memakai kain sasirangan. "Saya berpesan, agar kain sasirangan bisa menjadi bahan yang mampu dibuat kreatif di tangan pengrajin, selain dibuat pakaian, juga bisa dikembangkan untuk menjadi aneka aksesoris pendukung lainnya.

copyright by facebook humpro-bjm
Share
Banner

Agung Jaya

Post A Comment:

0 comments: