slider

Recent

Navigation

Komitmen Bersama untuk Pelayanan Terbaik

BANJARMASIN - Keseriusan Pemko Banjarmasin dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat kota seribu sungai, tak perlu diragukan lagi. Salah satu buktinya adalah dilaksanakannya gerakan komitmen bersama membangun inovasi daerah.

Dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pembangunan Inovasi Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin, gerakan komitmen bersama tersebut, diawali dengan penandatangan kesepatakan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, oleh Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah, Sekdako Banjarmasin Drs Hamli Kursani dan diikuti para pejabat lingkup Pemko Banjarmasin.
Tak hanya itu, kegiatan yang bertujuan mewujudkan Banjarmasin Baiman (Barasih wan Nyaman), disaksikan juga oleh Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Evaluasi Pelayanan Publik, Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Publik RI, Noviana Andrina dan Analis Pelayanan, Rizki Amelia
Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah mengatakan, penerapan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, inovasi pelayanan publik wajib dilaksanakan Pemerintah Daerah mulai dari tingkat provinsi sampai kabupaten kota. “Saat ini Pemerintah Kota Banjarmasin sudah memiliki Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru, yang sudah jelas penempatan orang-orangnya.

Kepada OPD baru agar menjadikan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 sebagai acuan dalam melaksanakan program dan kegiatan. Sehingga terwujud Banjarmasin Baiman (Banjarmasin Barasih Wan Nyaman),” ujarnya, saat menyampaikan sambutannya, Rabu (29/03).
Inovasi pelayanan publik, terang Hermansyah lagi, merupakan terobosan yang memberikan manfaat bagi masyarakat secara langsung maupun tidak langsung.
Dijelaskannya lagi, hasil evaluasi kinerja pelayanan publik dengan parameter yang ada di Kemenpan RB RI dan Ombudsman menyatakan, Kota Banjarmasin masuk peringkat 6 dari 85 kota yang disurvey, dan peringkat 2 dari Ombusdsman.

Terkait Role Model, bebernya, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Banjarmasin serta BP2TPM pada pengumuman di Bandung, Banjarmasin juga mendapat peringkat 12 dan 14, sedangkan di Kemenpan RB RI bulan Maret 2017 mendapat peringkat 6 dan 9.
Untuk diketahui, FGD Pembangunan Inovasi Daerah atau Sosialisasi Inovasi Pelayanan Publik bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik dan membangun budaya inovasi ASN dan pegawai perusda yang diawali oleh kepala OPD atau Perusda.

Sedangkan maksud dari tema Satu Instansi, Satu Inovasi, Satu Tahun, untuk mendorong percepatan kualitas pelayanan publik di Lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin.

copyright by facebook humpro-bjm
Share
Banner

Agung Jaya

Post A Comment:

0 comments: