slider

Recent

Navigation

Budaya Sungai merupakan Pusaka Bahari

Gianyar - Pelestarian cagar budaya merupakan suatu keharusan dalam mencintai kultur asli Indonesia. Banjarmasin merupakan salah satu kota yang tergabung dalam Jaringan Pusaka Kota Indonesia (JPKI) yang dibentuk sejak 25 Oktober 2008 silam.


Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina, turut hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) JPKI ke VI yang bertempat di Balai Budaya Gianyar, Bali. Rakornas yang mengambil tema "Pusaka Budaya, Alam dan Saujana untuk Peradaban" ini bertepatan dengan ulangtahun Kabupaten Gianyar ke-246thn, Senin (17/04).


Presidensium JKPI yang juga merupakan Bupati Gianyar, Anak Agung Gede Agung Bharata, SH, membuka secara resmi Rapat ini.
Dalam kesempatan ini, turut hadir Ketua Dewan Pembina Badan Pelestari Pusaka Indonesia (BPPI), Hashim Djojohadikusumo. Beliau turut menyampaikan bahwa warisan pusaka di Indonesia Bukan hanya berupa Kesenian dan kerajinan tapi jua berupa bangunan serta rupa bumi yang dapat dilestarikan, seperti laut, pantai, sungai dan Hutan.
Menanggapi hal itu, Ibnu Sina juga menyampaikan dalam rapat tersebut bahwa Banjarmasin merupakan salah satu kota tua dengan budaya sungainya.
"Mengingat dulunya seluruh aktivitas masyarakat cenderung berada di aliran sungai, sehingga kita juga harus berusaha mengangkat sungai sebagai salah satu pusaka kota yang memiliki pariwisata kota Banjarmasin." Ujar Ibnu
Beliau juga menegaskan bahwa Banjarmasin merupakan satu-satunya kota sungai di Indonesia. Kalimantan Selatan yang dulunya sangat bergantung dengan sumber daya alam berupa batubara, kini harus mulai berbenah dan menggali potensi disektor lainnya terutama pariwisata.


"Kita Pemerintah kota Banjarmasin juga harus berbenah, tidak hanya bergantung kepada sumberdaya alam, tetapi juga menggali potensi lainnya terutama di bidang pariwisata, dan kita menyambut baik keinginan dari pemerintah kabupaten Gianyar untuk melakukan kolaborasi dalam meningkatkan potensi dibidang pariwasata" ujar Ibnu Sina
Politikus asal PKS ini juga mengharapkan agar adanya bantuan dari BPPI berupa tenaga ahli dalam menyurvei beberapa peninggalan sejarah yang ada di Kalimantan Selatan terutama Kota Banjarmasin sehingga bisa terakomodir situs pusaka yang ada di bumi Antasari.


Selain dikukuhkannya 6 kota dan kabupaten yang baru bergabung dengan JKPI, juga dilakukannya serah terima kemimpinan JKPI kepada Walikota Baubau, Dr. H. A. S. Tamrin, MH serta pembahasan awal tentang rakornas ke 10 nantinya yang bertempat di Kabupaten Surakarta nanti.
copyright by facebook humpro-bjm
Share
Banner

Agung Jaya

Post A Comment:

0 comments: