slider

Recent

Navigation

Pemko Banjarmasin Tetap Kedepankan Kepentingan Masyarakat, Hamli : Tidak Ada yang Menyatakan akan Menggandeng Pihak Swasta


BANJARMASIN - Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Hamli Kursani menegaskan, hingga saat ini Pemko Banjarmasin masih berkomitmen mengedapankan kepentingan masyarakat dalam pembangunan Rumah Sakit Sultan Suriansyah (RS SS).
Menurutnya, Pemko Banjarmasin tidak pernah berniat mengeluarkan kebijakan menggandeng pihak swasta murni dalam pembangunan RS tersebut. “Jadi saya tegaskan kembali dan masyarakat tidak perlu kuatir, karena Pemko Banjarmasin dalam pembangunan RS Sultan Suriansyah tetap mengedepankan kepentingan rakyat banyak, ini tidak akan berubah. Soal bagaimana pola pembiayaannya, nanti akan dilihat dimana anggaran pemerintah yang tersedia,” tegasnya, Rabu (15/03).
Selain itu, pria yang akrab disapa Pak Hamli ini juga menjelaskan, tentang hasil konsultasi Pemko Banjarmasin dengan pemerintah pusat beberapa waktu lalu, yang menyarankan pembangunan RS tersebut diupayakan tetap menggunakan dana keuangan pemerintah yang berasal APBN.
Namun, lanjutnya lagi, bila dana dari APBN tidak bisa digunakan, maka pihak Bappenas menawarkan kepada Pemko Banjarmasin untuk menggandeng pihak BUMN. “Tapi hal itu baru penawaran dan masih kami kaji plus minusnya. Jadi sampai saat ini tidak ada selembar suratpun atau kebijakan, yang dikeluarkan Pemko Banjarmasin menyatakan akan menggandeng pihak swasta,” jelasnya.
Hamli kemudian kembali menerangkan tentang anggaran yang akan digunakan dalam pembangunan RS tersebut.
Untuk kegiatan pembangunan fisik, bebernya, dana yang diperlukan sekira Rp180 miliar sampai Rp200 miliar. Dan untuk tahun 2017 ini, dana yang akan digelontorkan untuk pembangunan RS tersebut sekira Rp38 miliar. “Kita sudah MoU dengan dewan selama 3 tahun. Nanti kita upayakan mencari dana dari APBN, bila bantuan dari pusat tidak ada, maka kita akan mengandalkan kekuatan sendiri,” imbuhnya.
Bila pembangunan fisik RS tersebut selesai pada tahun 2019 nanti, katanya lagi, maka pembangunan lanjutannya yang perlu dipikirkan adalah penyediaan Alkes. “Menurut info para pihak yang berpengalaman di bidang RS, biaya untuk mengadaan Alkes membutuhkan dana sebanding dengan pembangunan fisik, jadi bila 2019 fisiknya selesai, maka akan diperlukan waktu sekira 1 sampai 2 tahun untuk menyediaan Alkes dengan mengandalkan kekuatan sendiri,” ucapnya.
Intinya, kata Hamli Kursani, Pemko Banjarmasin tetap akan berkomitmen dan tetap akan mengedepankan kepentingan masyarakat dalam pembangunan RS tersebut.
copyright by facebook humpro-bjm
Share
Banner

Agung Jaya

Post A Comment:

0 comments: