slider

Recent

Navigation

Ibnu Jenguk Warga Banjarmasin Yang Telah Langka


Banjarmasin – Bekantan merupakan primata yang hampir punah, dan hanya terdapat di pulau Kalimantan. Habitat yang mulai tercemar membuat satwa ini makin makin berkurang populasinya. Mimi, Merupakan bekantan yang pernah menjadi hewan peliharaan warga. Ada juga Ciro, yang di temukan mengapung dilaut dan tersangkut jaring nelayan saat masih kecil.


Berbagai upaya dalam melestarikannya telah dlakukan, salah satunya dengan adanya pusat rehabltasi Rescue Bekantan yang bertempat di pondok Kelapa 2, Jln. Sultan Adam. Dengan segala keterbatasanya, Pusat rehablitasi yang didirikan oleh Komunitas Pencinta Bekantan ini telah merawat cukup banyak bekantan yang didapat dengan berbagai kondisi.


Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina, bersama istri yang sekaligus ketu TP. PKK Kota Banjarmasin, Siti Wasilah, menjenguk 6 (enam) ekor Bekantan yang masih dirawat di pusat Rehabilitasi satu-satunya di Kalimantan ini. Sambil bercengkrama dengan para anggoa komunitas, Ibnu sina memberikan makan kepada primata berbulu coklat dan berhidung besar ini.


Menurut beliau perlu adanya sosialisasi dan pengarahan kepada masyarakat yang masih memelihara atau berburu satwa langka ini untuk diserahkan ke pusat rehabilitasi.
“Dengan adanya kesadaran diri dari masyarakat tentang pentingnya melestarikan bekatan ini, maka mereka ikut berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem disekitarnya.” Ujar Ibnu
Ibnu sina juga menegaskan bahwa pemerintah akan menjalankan beberapa program khusus dalam meupaya melestarikan primata ini.


“Kita akan menjalankan program Bekatan Pulang Kampung, dengan menjemput beberapa kelompok bekantan yang sdh merantau elama 17 tahun di Kebun Satwa Surabaya, tetapi hal ini perlu dukungan dari semua pihak dan izin dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk terlaksananya program ini.” Tegas Beliau
Beliau juga mengusahakan agar Taman Satwa Jahri Saleh yang sekarang memiliki 2 (dua) ekor bantan bisa menjadi salah satu pusat rehabilitasi di Banjarmasin.
“Kedepannya kita juga mengupayakan adanya penangkaran sehingga kita bisa mengembangbiakan primata berhidung mancung ini.” Harap Ibnu 
copyright by facebook humpro-bjm
Share
Banner

Agung Jaya

Post A Comment:

0 comments: